KM VIRGO 8 MIRING TANPA ALARM: PENUMPANG BEREBUT NYAWA, KESAKSIAN SEKOCI BIKIN PUBLIK TERDIAM
RUANGSATU.COM – Detik-detik tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menyisakan kesaksian yang mengkhawatirkan. Bukan hanya soal kapal yang kehilangan keseimbangan, tetapi juga dugaan tidak berfungsinya sistem peringatan ketika situasi darurat terjadi.
Sejumlah penyintas mengaku tidak mendengar alarm maupun peringatan ketika kapal mulai miring. Penumpang disebut baru menyadari kondisi darurat ketika kapal sudah berada dalam keadaan kritis.
Ahmad Saudi, salah satu korban selamat, mengisahkan kapal tiba-tiba miring sekitar pukul 01.20 WITA. Dalam kesaksiannya, tidak terdengar alarm maupun pemberitahuan dari petugas sebelum kepanikan terjadi.
Kesaksian serupa disampaikan Akmal Naopal, korban selamat yang juga merupakan awak kapal. Ia mengaku sedang tidur ketika terbangun karena kapal sudah miring. Alarm peringatan disebut tidak terdengar.
Akmal bersama sejumlah orang kemudian harus bertahan hidup di laut selama berjam-jam dengan berpegangan pada tabung LPG kosong sebelum mendapatkan pertolongan.
Kondisi tersebut menggambarkan betapa cepat situasi berubah dari perjalanan normal menjadi perjuangan mempertahankan hidup.
KESAKSIAN SOAL SEKOCI IKUT MENCuat
Persoalan lain muncul dari kesaksian mengenai penggunaan sekoci.
Penumpang selamat Rinto Harahap menyebut dirinya mendengar informasi bahwa kapten lebih dahulu naik sekoci. Ia juga mengaku mendapat cerita mengenai kapten dan ABK yang disebut lebih dahulu menurunkan sekoci.
Namun, informasi tersebut tidak disaksikan langsung oleh Rinto. Kesaksian itu masih perlu diverifikasi melalui keterangan korban lain, awak kapal, rekaman, maupun hasil investigasi resmi.
Di sisi lain, Akmal yang merupakan ABK selamat menyampaikan pengalaman berbeda. Ia bersama sejumlah ABK disebut tidak menemukan sekoci atau rakit karet setelah menyelamatkan diri. Mereka akhirnya bertahan di laut menggunakan tabung LPG kosong.
Perbedaan kesaksian tersebut membuat proses evakuasi menjadi salah satu bagian penting yang perlu diurai secara menyeluruh.
TRAGEDI BUKAN BERHENTI PADA KAPAL TENGGELAM
Kecelakaan laut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cuaca, stabilitas kapal, muatan, kondisi teknis hingga respons awak ketika keadaan darurat.
Namun kesaksian mengenai tidak terdengarnya alarm menempatkan sistem keselamatan dan prosedur evakuasi sebagai bagian penting dalam pengusutan tragedi Virgo 8.
KNKT telah mendalami berbagai aspek kecelakaan, termasuk kondisi kapal, cuaca, muatan, stabilitas serta respons keadaan darurat dan sistem alarm.
Sebab, ketika kapal mulai miring, waktu bukan lagi sekadar angka.
Setiap detik menjadi kesempatan untuk menyelamatkan nyawa.
Jika sistem peringatan tidak terdengar dan prosedur evakuasi tidak berjalan sebagaimana mestinya, dampaknya dapat menjadi sangat fatal bagi penumpang yang berada di dalam kapal.
Kini kesaksian para penyintas menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian kejadian sebenarnya.
Virgo 8 bukan hanya meninggalkan pertanyaan tentang mengapa kapal tenggelam, tetapi juga catatan serius tentang bagaimana keselamatan penumpang dijalankan pada detik-detik paling genting.(RED)
